17.2.09

terpaling (kembali)

tangan ini tercipta oleh-Mu
hati ini pun hanya milik-Mu

mengapa selalu terpaling?

di pagi yang telah terik
di malam yang telah lelap

tak ada lagi keringat tercucur,
hanya imajiner yang terus membeku

tak pernah mencair

yang 'kan mampu membasahi tandusnya lapang saraf-saraf tak menentu


.....

masihkah kau termenung (kembali)?

17-02-09 11:25

4.2.09

[titik.]

mencari letak yang tak lagi sama
mencari sudut di tepi impian

masih terjebak,
antara seharusnya dan setumpuk keinginan dalam badai cinta-luka-harap

dihentikan apakah ingin?
teraih pun masih dalam tanda petik

ketika "a" tak berbunyi semestinya
dan hanya gumam,
sekali lagi gumam.......

abjad pun tak dapat mewakili
atau hanya...
....hanya yang terucap

enough... enough....

biarkan ini yang menghentikan

[titik.]

04-02-09 11:54

23.1.09

mencintaimu selamanya

ku ingin mencintaimu,
tapi bukan saat ini

ku sungguh mencintaimu,
tapi bukan kali ini

karena ku takut,
kelak nanti tidak akan ada cinta itu lagi

hanya caci maki yang mungkin terjadi,
karena cinta yang salah dimengerti

ku ingin mencintaimu... selamanya,
tapi bukan saat ini

22-01-09 14:39

3.1.09

mata terindah

mungkin air mata 'kan jatuh
mungkin peluk terasa erat
dan hati terasa teduh

begitulah ia terjadi
begitu saja

lihat biasnya
tak ada detik yang berpaling

tak ada lagi yang tertulis

tapi mungkin,
cukup hanya ini

bagiku, itulah.... mata terindah

mata seorang wanita dimana cinta sedang tumbuh dalam hatinya

10:58 03-01-09

2.12.08

berada....


kata itu berada

meski kucoba memahaminya
kata itu tetap... berada

berulang kali ku memahaminya
berulang kali pula ia... berada

dibalik penuh tawa, riang sapa
ia... berada

dan dari yang tak terduga
ia pun... berada

begitu berada....
....ada dan berada

...berada
.....berada
.......berada

berada.

10:21 02-12-08

27.11.08

untukmu perindu surga

getar itu terasa
dan semakin terasa
sulit untuk terlepas
tapi tak ingin ku hempas

mungkinkah kau dengar
percik rindu yang semakin menjadi
di kala gelap merajai

untukmu perindu surga
adakah sejukmu mengetuk jiwa yang haus akan cinta?
walau sejenak.... untuk sejenak....
saja.

22:09 26-11-08

26.11.08

tentang sebuah arti

rintik itu datang
menghampari angin yang mulai tenang
tak terdengar mungkin dalam angan

syair ini tertulis lagi
karena sapa air lirih menghampiri
tanpa percik sebelumnya
tapi begitu deras di akhirnya

dalam putaran yang terus bergulir
langkah ini tak mungkin kembali
tetap pada langkahnya
walau retak tetap mendera

hingga akhirnya,
ia tetap berada
dan masih menetapi langkah ini
pada rindu yang dinanti

yakni tentang sebuah arti....
mencintai....

00:17 26-11-08